Selasa, 24 September 2019

Refleksi 66 Tahun YPI Al Azhar


Refleksi 66 Tahun YPI Al Azhar, Sinergi Menghadapi Dinamika Perubahan Zaman
Oleh : Rudi Hartono, M. Pd. I.

Kiprah YPI Al Azhar
Hampir tidak bisa dibayangkan kondisi YPI Al Azhar pada waktu itu, yaitu sekitar tahun 60an. Betapa kecil dan tidak majunya yayasan ini. Tetapi setelah seorang syeh dari Al Azhar Cairo yang bernama Mahmoud Syaltout mengunjungi yayasan ini keadaan menjadi berubah. Kedatangan beliau disambut oleh Prof. Dr. Hamka, yang pada waktu itu menjadi Imam Masjid Agung Kebayoran, dan sekarang namanya menjadi masjid agung Al Azhar dimana menurut Badruzzaman Busyairi dalam bukunya “Setengah Abad Al Azhar” masjid ini berdiri di atas tanah seluas 43.775 m2 dengan luas bangunan 7.656,2 m2.Seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika perubahan kebutuhan umat, aktifitas di Masjid Agung Al Azhar terus tumbuh dan berkembang. Awalnya hanya kegiatan ibadah dan dakwah yang hanya diikuti oleh masyarakat sekitar, termasuk para pengayuh becak dan kuli bangunan. Kini jamaah masjid Agung Al Azhar datang dari berbagai lapisan umat, tidak saja mereka yang bermukim di kawasan elite Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bahkan dari luar daerahpun sering datang dan berkunjung ke masjid ini.
Semakin hari YPI Al Azhar semakin mendapat tempat di hati umat dan menambah harum nama Al Azhar di tengah-tengah masyarakat, tidak saja di Ibukota  Jakarta dan sekitarnya tapi juga sampai ke berbagai daerah di tanah air. Saat ini terdapat lebih dari 25 kelompok unit kegiatan yang sehari-hari menyemarakkan kehidupan beragama di kompleks Masjid Agung Al Azhar, dengan beragam bentuk dan corak aktifitas, seperti majelis taklim, pengajian, kursus, ceramah umum, diskusi, pelayanan kesehatan, pelayanan jenazah, bimbingan perjalanan haji dan umrah, pencak silat, madrasah diniyah (PIA), pendidikan formal dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, bahkan sampai pada pelayanan perbankan dan travel biro.
Kemajuan YPI Al Azhar
Tidak bisa dipungkiri, bahwa alumni YPI Al Azhar sampai saat ini terhitung ribuan, bahkan selalu saja ada masa di mana tokoh-tokoh yang pernah digembleng di YPI Al Azhar muncul ke permukaan. Mulai dari politisi, seniman hingga penulis. Mulai dari ketua kwarnas pramuka yaitu Dr. H. Adhiyaksa Dault, SH., M. Si., mantan ketua MK yaitu Prof. Dr. Jimly Assiddiqy, MA., dan lain sebagainya.  Semua mengaku menitisi warisan besar nilai-nilai YPI Al Azhar ini. Begitu tenarnya, puluhan bahkan mungkin sampai ratusan yayasan telah mencoba melakukan copy paste model pendidikan ala YPI Al Zhar ini. Ada yang menjiplak 100 %, ada juga yang hanya 50 %.Yang jelas YPI Al Azhar terus menjadi inspirasi model yayasan yang dicita-citakan banyak kalangan. Semua pihak angkat topi, tak terkecuali dari kalangan mana pun. Kalau saya melihat fenomena di atas, maka kuat dugaan saya : “bahwa YPI Al Azhar memiliki setidaknya 4 keunikan yang jarang dimiliki oleh yayaan lain”. Faktor-faktor itulah yang menurut hemat penulis membuatnya bertahan sampai usia 66 tahun ini lamanya. Adapun faktor-faktor tersebut yang menurut hemat penulis harus tetap dipertimbangkan dan dikembangkan. Faktor tersebut adalah :
Pertama, sistem manajemen transparan. Sejak pertama kali berdiri, YPI Al Azhar memang unggul dalam hal sistem manajemen yang boleh dibilang modern. Bahkan, sampai saat ini pun nyaris belum ada tandingannya. Ketika banyak yayasan-yayasan yang tidak mampu memisahkan harta yayasan dengan keluarga pendiri yayasan, maka YPI Azhar dengan tegas memberikan batasan hak-hak dan kewajiban bagi para pendiri yayasan. Tidak hanya itu, sampai kini YPI Al Azhar yang sekarang dipimpin oleh Drs. Sobirin HS. menjadi maju dan kaya raya dikarenakan memiliki beberapa aset dan unit-unit usaha. Adapun rahasia manajemen transparan sebagaimana yang dituangkan oleh H. Cecep Kurnia Sogoz, dalam bukunya “Catatan Seorang Pendidik 30 Tahun Mengabdi“, beliau menjelaskan, walaupun yayasan mengkhususkan diri dalam pembinaan sumber daya insani melalui pendidikan&dakwah, pada hakikatnya yayasan adalah alat perjuangan yang mendapat dukungan daya dan dana dari masyarakat, karena pengelolaan secara transparan, akuntabel dan efisien haruslah dibudayakan sebagai pemenuhan unsur amanah, salah satu nilai yang kita anut.
Kedua, berjiwa sabar dan ikhlas. Di lingkungan YPI Al Azhar sangat dikenal ungkapan “al ikhlasu ruhul amal” ikhlas itu jiwa sebuah perbuatan. Konsep inilah yang membuat manajemen yayasan selalu eksis di bidangnya masing-masing. YPI Al Azhar melalui salah satu kegiatan pembinaan rutinnya yaitu kegiatan shalat subuh berjamaah dan kuliyah subuh secara tidak langsung mendorong para pegawainya melaksanakan segala sesuatu secara maksimal (man jadda wajada) tanpa banyak memiliki hidden agenda. Semua bergerak seirama bagaikan air bah yang mampu menyapu apa saja yang ada di depannya. Jiwa sabar dan ikhlas ini juga ditunjukkan oleh banyak alumninya yang terus setia mengembangkan YPI Al Azhar, guna melanjutkan cita-cita sang pendiri YPI Al Azhar. Jumlah alumni yang kini berada di hampir semua pelosok dunia menjadikan YPI Al Azhar terus berkibar di penjuru persada nusantara.
Ketiga, konsep dari umat, oleh umat, dan untuk semua umat. Konsep ini telah membuat YPI Al Azhar seperti gadis seksi yang diperebutkan semua pria tampan. Dengan terus memegang teguh konsep ini, maka sebenarnya YPI Al Azhar dengan penuh kesadaran menjadi besar dan mulia. Tatkala banyak yayasan yang terjebak dalam politik praktis, menyebabkan yayasan tersebut kolep dan ditinggalkan oleh warganya. Semoga saja YPI Al Azhar selalu mempertahankan konsep tersebut.
Keempat, budaya disiplin. YPI Al Azhar adalah ladangnya kedisiplinan. Dengan disiplin yang ketat menjadikan warganya memiliki kepribadian yang kuat, bahkan mampu terus berinovasi dan bertahan dalam gejolak dinamika kehidupan dunia yang semakin berubah. Mentalitas dan militansi yang tinggi ini adalah modal dasar yang sampai kini kurang dimiliki sebagian besar bangsa Indonesia sehingga mudah terlibas oleh bangsa-bangsa lainnya. Melalui YPI Al Azhar inilah bersama-sama memajuklan bangsa Indonesia. Ada yang mengatakan bahwa program bilingual di unit-unit sekolah tertentu menjadi keunggulan tersendiri bagi YPI Al Azhar. Pada awalnya hal tersebut bisa jadi benar adanya. Namun dalam konteks kekinian dewasa ini, sudah terlalu banyak yayasan atau lembaga pendidikan yang memiliki metode canggih untuk mempelajari bahasa asing dengan cepat dan mudah.
Kesadaran Religius Umat dan Masyarakat
Berdasarkan penjelasan yang pernah disampaikan oleh perwakilan YPI Al Azhar dalam hal ini oleh Bapak Dja’far ketika berkunjung ke kampus Al Azhar Kembangan pada tahun 2017 lalu, beliau pernah menyampaikan bahwa YPI Al Azhar pernah mengadakan penelitian dimana yang menjadi sampel adalah para orangtua murid, dan ditemukan hasilnya ternyata sebagian besar orientasi orangtua menyekolahkan anak-anaknya di unit sekolah YPI Al Azhar adalah karena bidang keagamaanya.  Maka menurut hemat penulis tidak salah jika para orangtua berbondong-bondong menyekolahkan anak-anaknya di Al Azhar. Pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat menjadikan semakin meningkatnya kesadaran religius masyarakat terutama kalangan menengah ke atas untuk menyekolahkan putra-putrinya di sekolah yang bercirikan Islam yang sangat kental dengan pendidikan agama dan moral di samping pendidikan dengan basis Ipteknya seperti Al Azhar ini.
Dinamika perubahan zaman dewasa ini begitu cepat terasa, oleh karena itu dibutuhkan hubungan kerjasama antara YPI Al Azhar dengan stakeholder lingkungan sekolah terutama Jam’iyyatul Waalidin (Persatuan orang tua murid), sehingga secara tidak langsung Jami’iyatul waalidin dapat berperan aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh YPI Al Azhar dan merasa saling memiliki. Akan tetapi kita tidak boleh berleha-leha di usia 66 Tahun YPI Al Azhar ini, kita dapat melihat di sekitar kita sekarang, betapa banyaknya kompetitor sejenis yang akan dan siap bersaing dengan YPI Al Azhar. Berkembangnya sekolah umum dan sekolah non muslim di Wilayah DKI Jakarta pada khususnya, dengan biaya yang cukup murah bahkan ada sekolah yang gratis, ditunjang dengan fasilitas yang menarik merupakan hal yang harus diimbangi dan diperhatikan oleh YPI Al Azhar. Hal tersebut jika tidak disikapi secara profesional, maka di masa yang akan datang dapat terjadi YPI Al Azhar bukan pilihan utama lagi bagi orang tua murid untuk menyekolahkan anaknya.
Menurut hemat penulis, di ulang tahunnya ke 66 YPI Al Azhar ini, sudah selayaknya YPI Al Azhar kembali membuka lembaran prinsip-prinsip lama yang membuatnya menjadi yayasan raksasa dan berpengaruh. Upaya dari banyak pihak untuk menyeret YPI Al Azhar ke dalam kancah politik praktis, pasti akan terus dilakukan tanpa mengenal lelah. Sedangkan godaan materi dan royalti yang dapat mengendorkan jiwa sabar, ikhlas, dan disiplin, diyakini akan menjadi tantangan dan ancaman terbesar bagi YPI Al Azhar. Oleh karena itu tanpa memegang teguh prinsip-prinsip yang disoroti oleh penulis di atas, maka YPI Al Azhar akan segera tertulis dalam buku sejarah masa lalu, sehingga orang-orang hanya berkata "fantadziris sa'ah", tinggal menunggu waktunya saja.

Refleksi 66 Tahun YPI Al Azhar
Kekuatan YPI Al Azhar bisa saja terletak dari namanya. Nama Al Azhar sebagai sebuah yayasan yang bercirikan dan bernafaskan Islam, tentu sudah mendapat tempat di hati umat dan masyarakat. Didukung oleh animo masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya pada unit pendidikan di bawah naungan YPI Al Azhar semakin meningkat. YPI Al Azhar juga memiliki SDM yang mumpuni di bidang masing-masing yang memiliki kualifikasi sesuai dengan bidangnya, mulai dari lulusan D2, PGSD, S1, S2, bahkan S3 bidang studi kependidikan. Usia pegawai YPI Al Azhar sebagian besar dalam usia muda produktif dan enerjik serta memiliki dedikasi yang tinggi. YPI Al Azhar dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang selalu diupayakan peningkatannya baik dari sisi  kuantitas jumlah, maupun kualitasnya agar mencapai standar ideal.
Penulis selalu ingat akan sebuah atsar yang disampaikan oleh Ali Bin Abi Thalib, yang berbunyi : "الحق بلا نظام يغلبه الباطل بالنظامyang artinya suatu kebenaran bila tidak dikelola dengan baik maka akan dikalahkan oleh kebathilan yang dikelola dengan baik. Oleh karena itu di usianya yang ke 66 YPI Al Azhar harus terus berbenah dan mempertahankan apa yang sudah diraihnya. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa salah satu ladang dari YPI Al Azhar adalah bidang pendidikan, dalam hal ini unit sekolah mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA, serta Perguruan Tinggi. Tidak dapat dipungkiri kenaikan biaya sekolah setiap tahunnya sudah memberikan kesan kepada sebagian umat dan masyarakat bahwa : “Al Azhar pada umumnya sebagai sekolah yang mahal atau sekolah yang hanya untuk orang-orang elit tertentu saja yang mampu”. Oleh karena itu menurut hemat penulis YPI Al Azhar harus berani mengambil refleksi kebijakan yang mengimbangi image masyarakat tersebut bahwa Al Azhar adalah sekolah yang mahal dengan cara memberikan biasiswa bagi murid yang tidak mampu tetapi memiliki prestasi yang tinggi dan juga murid yang hafal beberapa juz dalam Al Qur’an. Beberapa yayasan yang lain bahkan sudah ada yang berani memberikan kesempatan dan mengambil kebijakan tersebut. Teras miris rasanya jika YPI Al Azhar yang sebesar ini tidak berani mengambil terobosan yang sama seperti yayasan-yayasan yang lain itu. Selama ini yang penulis ketahui dari lapangan, pihak YPI Al Azhar hanya memberikan potongan biaya masuk sekolah untuk murid-murid tertentu dan itupun hanya untuk anak kandung dari kalangan pegawai YPI Al Azhar sendiri yang besarnya sampai 50%. Untuk mengegolkan kebijakan tersebut yakni memberikan beasiswa bagi murid berprestasi dan hafal beberapa juz dalam Al Qur’an, maka dibutuhkan sinergi bersama antara warga YPI Al Azhar dan stakeholder yang ada.
Benang Merah
Benang merah dari sekelumit tulisan ini adalah, bahwa dalam menghadapi dinamika perubahan zaman yang sangat global ini, dibutuhkan sinergisitas yang tinggi dari semua warga YPI Al Azhar, jika kita hanya duduk berdiam diri membanggakan prestasi yang sudah didapatkan maka bisa jadi YPI Al Azhar yang kita cintai ini akan luntur digerus peradaban zaman. Kemajuan YPI Al Azhar sekarang ini harus didorong dengan keinginan dan kemauan yang kuat untuk maju dan meluaskan wawasan mencakup bidang dakwah, pendidikan, sosial, keilmuan, politik, ekonomi, teknologi, kesehatan, keagamaan dan lain-lain.
Kalau kita hanya membatasi pada bidang dakwah, pendidikan, dan sosial saja, bisa jadi kita akan terlibas oleh perkembangan zaman. YPI Al Azhar juga harus mengutamakan kemandirian, dibantu pihak luar ataupun tidak, YPI Al Azhar harus tetap berjalan. Dan satu hal lagi yang tidak boleh terlupa menurut hemat penulis adalah YPI Al Azhar harus selalu berkomitmen, istiqomah terhadap pananaman dan penguatan akidah, syariat dan akhlak. Eksistensi suatu yayasan akan diakui apabila menanamkan tiga komponen pokok ajaran Islam tersebut, yaitu iman, islam, dan ihsan.
Selamat ulang tahun ke 66 YPI Al Azhar sesuai namamu (Al Azhar), teruslah berkembang dan gemilang, maju dan menjadi inspirasi bagi seluruh umat di persada nusantara.

Daftar Pustaka :
1.    Badruzzaman Busyairi, 2002, Setengah Abad Al Azhar, Jakarta : Yayasan Pesantren Islam Al Azhar
2.    H. Cecep Kurnia Sogoz, 2012, Yayasan Pesantren Islam Al Azhar , Catatan Seorang Pendidik, 30 Tahun Mengabdi, Jakarta : Direktorat Dikdasmen YPI Al Azhar.
3.    Warta Al Azhar edisi 291//Januari 2018
4.    Warta Al Azhar edisi 289//Agustus 2017


Penulisan Esai dalam rangka ulang tahun ke 66 YPI Al Azhar.
Esai_Rudi Hartono, M. Pd. I._ Refleksi 66 Tahun YPI Al Azhar,_Sinergi Menghadapi Dinamika Perubahan Zaman_2018
Guru PAI Kelas I&II SD Islam Al Azhar 8 Kembangan Jakarta Barat.

Teknik Pembelajaran Efektif di Sekolah



Description: \\Rg4-pc\e\^BERKAS FILE RUDI^ (RG-4)\Foto pak rus dan pak rudi piala guru berprestasi\DSC_5710.JPGTeknik Pembelajaran Efektif
di Sekolah Dasar
Oleh : Rudi Hartono, M. Pd. I.
Guru PAI dan Budi Pekerti Kelas 1 dan 2
SD Islam Al Azhar 8 Kembangan Jakarta Barat




Horizontal Scroll: Signifikansi Pembelajaran Efektif
 

P
endidikan sebagai salah satu sektor yang paling penting dalam pembangunan nasional, sehingga dijadikan andalan utama yang berfungsi semaksimal mungkin dalam upaya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, di mana iman dan taqwa kepada Allah swt. menjadi barometer dalam kehidupan di segala bidang. Allah swt. mengingatkan kita dalam firman-Nya dalam surat Al A’raaf ayat 96 sebagai berikut :
          وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Artinya : Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan (Al A’raaf : 96)
Description: \\Rg4-pc\d\Foto Salam Angkatan 21\DSC_9709.JPGBahwa saat ini situasi dan kondisi yang dihadapi guru jauh berbeda dengan situasi dan kondisi lima puluh tahun yang lalu. Kini guru hidup di era globalisasi yang selain mengandung berbagai tantangan yang berat dan kompleks, juga multi efek. Berbagai tantangan tersebut mau tidak mau harus dipecahkan oleh guru agar tantangan tersebut berubah menjadi peluang. Salah satu tantangan tersebut adalah bagaimana seorang guru bisa membuat aktif siswa dalam pembelajaran di kelas dan menyenangkan (Fun Learning and Active Learning). Dalam dunia pendidikan memiliki siswa yang pintar  merupakan keinginan setiap guru. Keinginan tersebut selaras dengan keinginan menciptakan generasi yang lebih pintar. Bicara tentang hasil pasti diawali dengan proses, di mana ini merupakan salah satu langkah awal yang menentukan hasil di akhir target pencapaian nantinya.
Description: Image result for demokratis dalam belajarDescription: \\Rg1-pc\d\^BERKAS FILE RUDI^ (RG- 1) rudi mahreen\((( koordinator kegiatan ))) rudi mahreen\PTK rudi  mahreen 1617\foto siklus 1\pertemuan 1\20170131_110419.jpgDari beberapa pakar, proses pembelajaran sendiri merupakan  suatu interaksi antara pendidik dengan siswa pada suatu pembelajaran yang menggunakan berbagai sumber belajar siswa. Secara garis besar proses belajar adalah suatu tindakan transformasi ilmu yang ditujukan kepada siswa yang belum mengetahui secara penuh suatu cabang ilmu. Dapat dipastikan peran guru sangat memmengaruhi proses pembelajaran yang dikaitkan dengan output siswa. Kendala untuk memenuhi target pencapaian bukannya tidak ada, justru tantangan yang paling besar adalah untuk menumbuhkan kemauan belajar pada siswa SD. Mengapa demikian? karena pada tahap ini tingkat kemauan siswa untuk bermain lebih dominan dari pada untuk belajar. Untuk meningkatkan minat dan rasa ingin belajar, maka perlu diubah proses pembelajaran di dalam kelas. Kenyataanya anak SD lebih menyukai dengan pembelajaran yang bernuansa bermain, sehingga pada proses penyampaian materi pembelajaran jangan melulu menggunakan metode yang itu-itu saja, karena era zaman sekarang anak-anak bosan dengan sistem mendengarkan dan memperhatikan. Dengan sistem bermain siswa SD tidak akan merasa terbebani dengan proses pembelajaran. Pembelajaran dengan sistem bermain dapat kita ambil dari berbagai permainan yang ada. Seperti halnya yang sudah saya laksanakan di sekolah ketika belajar pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa pasti akan merasa malas untuk membaca dan memperhatikan. Oleh karena itu saya mengggunakan metode pembelajaran seperti kuis dengan konsep yang bisa kita tiru dari acara hiburan di televisi, permainan yang pas yaitu kuis who wants to be a millionare dan kita sediakan juga reward bagi anak-anak yang dapat memeberikan jawaban yang benar dan tepat. Setelah terjadi tanya jawab kita bisa menjelaskan sebentar dari pertanyaan yang kita lontarkan, sehingga proses pembelajaran akan berjalan dengan sendirinya tanpa mereka sadari, dan akan memberikan pengaruh yang baik, sehingga belajar yang efektif akan tercipta.

Horizontal Scroll: Karakteristik Murid di SD

 



S
Description: Image result for MURID SEKOLAH KARTUNekolah dasar merupakan awal kegiatan wajib belajar yang mempunyai waktu paling lama yaitu 6 tahun. Menurut Sudarwan Danim dalam bukunya: Pengembangan Profesi Guru dari Pra jabatan, Induksi ke Profesional Madani, bahwa guru yang bertugas pada satuan pendidikan khususnya di pendidikan dasar dituntut tampil profesional, sehingga dapat menghindari praktik-praktik menyimpang dari kaidah pedagogis dan eduktif yang dapat dikategorikan sebagai malpraktik  di bidang keguruan. Maka dari itu menurut peneliti pada usia 6-8 tahun beragam keunggulan dan kelemahan yang semua ditentukan oleh cara masing- masing anak menyerap dan merespon stimulan lingkungan sejak lahir sudah jelas. Maka benar apa yang dikatakan oleh Lauren Bradway dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Khairul Anam bahwa ketika kita mengikuti perkembangan anak siswa, maka kita akan melihat campur tangan berbagai macam lingkungan yang membentuknya. Agar pencapaian hasil belajar dapat berjalan lancar dan optimal, guru dalam pembelajarannya perlu memperhatikan tentang karakteristik siswa SD. Siswa yang berada di kelas rendah (kelas 1-3) memiliki kekhasan dan kecenderungan yang berbeda dengan siswa yang berada di kelas atas (kelas 4-6), sehingga perlu adanya perbedaan strategi dan pendekatan yang harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing siswa. Siswa kelas rendah memiliki sifat khas yang dapat diketahui yaitu, penalarannya bersifat transduktif yang berarti bergerak dari sesuatu yang khusus ke hal yang lebih khusus lagi. Berdasarkan hal itu siswa tidak dapat berpikir reversibel atau bolak balik, sehingga siswa tidak dapat berpikir kembali ke titik awal.

Horizontal Scroll: Definisi Belajar Efektif

 


Efektif bisa diartikan perubahan yang membawa pengaruh, makna dan manfaat tertentu. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan sifatnya yang menekankan pada terlibatnya siswa dalam pembelajaran secara aktif. Pembelajaran menekankan pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang dikerjakan, tetapi lebih menekankan pada internalisasi, tentang apa yang dikerjakan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan hayati serta dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari oleh siswa. Pembelajaran efektif merupakan proses perubahan seseorang dalam tingkah laku dari hasil pembelajaran yang ia dapatkan dari pengalaman dirinya dan dari lingkungannya yang membawa pengaruh, makna dan manfaat tertentu. Dari defenisi belajar dan pembelajaran serta efektif, maka hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai siswa, namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa. pembelajaran efektif juga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri. Di dalam menempuh dan mewujudkan tujuan pembelajaran yang efektif maka perlu dilakukan sebuah cara agar proses pembelajaran yang diinginkan tercapai yaitu dengan cara belajar efektif. Muara dari berfungsinya manajemen pembelajaran yang baik adalah pembelajaran efektif. Pembelajaran efektif artinya, dari posisi guru tercipta mengajar efektif, dan dari posisi siswa tercipta belajar efektif. Berkaitan dengan efektivitas pengajaran, untuk mencapai pembelajaran aktif, satu aspek penting adalah masalah metode yang digunakan guru dalam menciptakan suasana aktif. Metode ceramah harus dikurangi bahkan ditinggalkan. Pembelajaran akan berjalan efektif jika pengalaman, bahan-bahan, dan hasil-hasil yang diharapkan sesuai denagn tingkat kematangan siswa serta latar belakang mereka. Proses belajar akan berjalan baik jika siswa bisa melihat hasil yang positif untuk dirinya dan memperoleh kemajuan-kemajuan jika ia menguasai dan menyelesaikan proses belajarnya.
Horizontal Scroll: Prinsip Pembelajaran Efektif

 



Menurut saya, tidak ada di dunia ini metode dan pendekatan pembelajaran yang paling baik, yang ada adalah metode dan pendekatan pembelajaran yang paling tepat sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di dalam suatu kelas tertentu. Oleh karena itu penting sekali bagi seorang guru untuk mengetahui prinsip pembelajaran yang baik dan efektif. Adapun prinsip pembelajaran yang efektif tidak bisa lepas dari hal-hal di bawah ini :
Þ      Menguasai materi pembelajaran yang akan diajarkan
Þ      Kesehatan fisik dan psikis
Þ      Kepribadian yang lembut
Þ      Mengerti psikologi perkembangan anak
Þ      Kemampuan menggunakan prinsip-prinsip belajar.
Þ      Cinta tanah air dan toleran


Horizontal Scroll: Ciri Pembelajaran Efektif
 
    

Pembelajaran bukan semata-mata suatu proses tranfer pengetahuan kepada siswa bukan pula sekedar hanya menghilangkan sifat-sifat dan kecenderungan yang tidak diinginkan, tetapi yang utama adalah membimbing dan menuntun siswa dan mendorong mereka untuk mencapai hasil belajar. Oleh karena itu pembelajaran yang efektif akan terlihat apabila pembelajaran tersebut sesuai dengan ciri-ciri di bawah ini :
Þ      Kharismatik dan simpatik
Þ      Berencana dengan baik
Þ      Loyal dan kerjasama
Þ      Memberi saran dan anjuran
Þ      Demokrasi
Þ      Memperhitungkan pengalaman masa lalu siswa
Þ      Progresif dan punya target
Þ      Mendiagnosa kesulitan belajar siswa
Þ      Memperbaiki dengan sistem remedial
Þ      Memberi kebebasan kepada siswa
Horizontal Scroll: Model Pembelajaran Efektif

 



Kemampuan seorang siswa untuk memahami dan menyerap pelajaran sudah pasti berbeda tingkatannya. Ada yang cepat, sedang, dan ada pula yang sangat lambat. Oleh karena itu, mereka seringkali harus menempuh cara berbeda untuk bisa memahami sebuah informasi atau pelajaran yang sama. Berikut adalah model belajar efektif yang mungkin bisa diikuti :
Þ      Belajar sambil bermain dengan kata.
Gaya ini bisa kita mulai dengan mengajak seorang teman yang senang bermain dengan bahasa, seperti bercerita, membaca, serta menulis. Gaya belajar ini sangat menyenangkan karena bisa membantu kita mengingat nama, tempat, tanggal, dan hal-hal lainnya dengan cara mendengar kemudian menyebutkannya.
Þ      Belajar sambil bermain dengan berbagai macam pertanyaan.
Þ      Belajar sambil bermain dengan gambar-gambar yang menarik.
Belajar dengan membuat gambar, merancang, melihat gambar, slide, video,  
atau film.
Þ      Belajar sambil bermain dengan musik.
Berusaha mendapatkan informasi terbaru mengenai beragam hal dengan cara mengingat musik atau notasinya yang kemudian bisa membuatnya mencari informasi yang berkaitan dengan itu. Musik mengajarkan sesuatu itu harus berirama dan berintonasi
Þ      Belajar sambil bermain dengan bergerak.
Description: Related imageDengan cara ini adalah kalangan penari, olahragawan. Jadi, jika anda termasuk kelompok yang aktif, tidak salah mencoba belajar sambil tetap melakukan beragam aktivitas menyenangkan seperti menari atau berolahraga.
Þ      Belajar sambil bermain dengan bersosialisasi.
Bergabung dan membaur dengan orang lain adalah cara terbaik mendapat informasi dan belajar secara cepat. Dengan berkumpul kita bisa menyerap informasi terbaru secara cepat dan mudah memahaminya.

Horizontal Scroll: Formula Jitu Menciptakan Pembelajaran Efektif di SD

 



Di bawah ini adalah beberapa cara yang harus dilakukan oleh guru agar bisa menciptakan pembelajaran yang efektif berdasarkan pengalaman saya ketika mengajar di SD Islam Al Azhar 8 Kembangan :

è Jangan ada paksaan
Bagi siswa yang istiqomah belajar, ia akan meluangkan waktu setiap hari meskipun sebentar untuk mengulang kembali pelajaran, latihan atau sekedar membaca materi pokok pelajaran. Kebiasaan ini sangat baik jika dilakukan setiap hari. Hal itu lebih baik ketimbang belajar satu sesi menjelang ujian, atau semester. seperti kata pepatah: Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

è Selalu ada perencanaan
Siswa harus memiliki jadwal-jadwal belajar di luar sekolah. Buatlah jadwal belajar harian, mingguan jam demi jam. Lalu usahakan dengan tegas, dan tepati semua jadwal yang dibuat. Bagi siswa yang tidak teratur, biasanya tidak sebagus yang memiliki rencana dan rutin belajar.






è Tetapkan sebagai kebiasaan
Description: Related imageMemiliki jadwal belajar itu bagus, yang terpenting dari itu adalah menepati kegiatan jadwal belajar itu sesuai waktu yang ditetapkan dengan rutin dan menjadi kebiasaan. Misalnya, belajar setiap malam jam 20.00-21.00 WIB. Nah, jika ini rutin dilakukan, maka siswa akan lebih fokus dan menikmati proses belajar sebagai bagian dari jam tubuhnya seperti juga makan dan ibadah. Dampak dari semuanya, secara psikologis akan lebih tenang, fresh dan percaya diri serta lebih produktif.

è Jangan lupakan tujuan
Description: Related imageTujuan khusus dalam setiap sesi belajar itu maksudnya agar saat mau belajar sudah siap mau menyelesaikan problem apa, atau hendak memahami sesuatu yang dicari. Nah, dengan demikian, ajarilah siswa untuk mengatur tujuan belajar yang harus dilakukan itu setiap hari secara spesifik pada masalah yang telah disusun. Ini akan membantu sekali pada keseluruhan pelajaran yang diajarkan di sekolah.

è Jangan ada penundaan
Kebanyakan siswa ada yang suka dan ada yang tidak suka dalam mata pelajaran. Dampaknya, jika kamu tidak suka dengan pelajaran tersebut akan mudah menunda belajar, dan lebih memilih kegiatan lain. Nah, siswa yang berhasil, biasanya tidak pernah menunda sesi belajar meski sibuk sekalipun. Jika kamu melakukan penundaan, maka masalah akan bertumpuk-tumpuk dan ini menjadi penyebab kegagalan dalam belajar. Jadi, sekali-kali jangan menunda belajar

è yang sulit dahulukan
Karena pelajaran yang sulit butuh konsentrasi tinggi, usaha dan mental siswa, maka dahulukan dan jadikan perhatian yang utama. Nah, jika kamu memulai dengan yang sulit-sulit, percaya atau tidak, ini akan mengantarkan kamu menjadi siswa yang meningkat dan sangat akan sangat efektif bagi keberlangsungan pembelajaran kamu.

è Mengulang catatan
Pastikan siswa mengulang atau membaca terlebih dahulu catatan yang dimiliki sebelum mengerjakan tugas. Karena itu, buatlah catatan yang baik selama mengikuti pelajaran di kelas. Karena hal ini akan membantu untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang harus diselesaikan. Jadi, pastikan siswa tahu persis bagaimana mengerjakan tugas utama itu dengan benar.

è Gangguan jangan dibiarkan
Hal yang bisa menenangkan itu perlu dicari. Karena itu, carilah tempat belajar yang aman dari gangguan. Sebab, saat siswa terganggu, maka ini akan mengganggu konsentrasi belajar dan ini sungguh mengganggu belajar siswa.

è Belajar kelompok seringkan
Description: Image result for kesulitanPercaya atau tidak, belajar kelompok dengan efektif akan membawa banyak keuntungan. Seperti mendapat bantuan teman, menyelesaikan tugas dengan cepat, memahami konsep dengan tepat dan bisa berbagi pengetahuan dengan teman-teman lainnya. Masih ingatkah pepatah, “Dua kepala lebih baik daripada satu kepala?”. Jadi, gunakan pepatah ini untuk belajar. Lalu mana kelompok belajar yang tidak efektif ? yaitu mereka yang minim dari persiapan dan strategi belajar.

è Hindari belajar berlebihan
Ternyata sesuatu yang berlebihan tidaklah bagus, begitu juga dalam belajar, seperti jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh siswa yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam/begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

è Kejujuran diajarkan
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian, karena dengan mencontek dapat membuat sifat siswa curang dan menjadi pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Oleh karena itu penting kiranya bagi kita seorang guru untuk mengajarkan kejujuran kepada siswa kita di sekolah




è Disiplin ditegakkan
Kedisiplinan memang perlu diterapkan dalam belajar, seperti disiplin waktu dan disiplin dalam berkonsentrasi pada pelajaran. Dengan adaya sifat disiplin dalam diri siswa, dapat dipastikan pelajaran yang kita lakukan dapat efektif dan efisien.

è Mau Bertanya dan Ditanya
Description: \\Rg4-pc\d\foto kegiatan perpus\DSC_0157.JPGAda pepatah malu bertanya sesat di jalan, ternyata pepatah ini benar, terlebih jika dalam pelajaran. Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji pada siswa yang kita tanya. 

Minggu, 30 Desember 2018

Menyingkap Terminologi Tahun Baru Perspektif Al Qur'an dan Hadis Nabi: Rudi Hartono, M. Pd. I. 31 Desember 2018

Menyingkap Terminologi Tahun Baru Perspektif Al Qur'an dan Hadis Nabi
Rudi Hartono, M. Pd. I
31 Desember 2018


Perayaan Tahun Baru menambah euforia di tengah masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia. Hal ini menjadi tradisi umum bagi umat manusia di seluruh dunia. Ada yang rela merogoh koceknya untuk menyewa sebuah villa agar dapat berkumpul bersama kerabat dan teman-temannya. Dan, semua itu mereka lakukan hanya untuk menyambut sebuah malam yang meriah, malam yang penuh gemarlap kembang api dan suara terompet yang menggema di setiap tempat, malam itu tak lain adalah malam Tahun Baru.

Fenomena ini selalu terulang hampir di setiap akhir tahun. Hampir seluruh penduduk dunia merayakannya, baik itu laki-laki atau perempuan, tua atau muda, kaya atau miskin, tanpa terkecuali umat Islam. Semuanya merayakan malam Tahun Baru dengan penuh suka cita dengan harapan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Dikutip dari berbagai sumber, hanya sebagian kecil kaum muslimin yang tahu tentang hukum perayaan Tahun Baru Masehi, yang sudah tentu perayaan ini bukanlah berasal dari Islam.

Menurut para ahli sejarah, "Perayaan ini bersumber dari kaum Pagan ‘penyembah berhala’ pada zaman Romawi kuno." Perayaan ini dipopulerkan oleh Raja Romawi Julius Caesar pada tahun 45 SM dengan mengganti kalender tradisonal dengan kalender Julian. Orang Romawi merayakan tahun baru dengan cara saling bertukar hadiah potongan dahan pohon suci. Mereka juga saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Dewa Janus (Bulan Januari diambil dari nama Dewa Janus). Serta mempersembahkan hadiah kepada Kaisar.

Sebagian besar Ulama mengharamkan perayaan tersebut. Menurut mereka perayaan tersebut merupakan syiar orang-orang kafir yang semestinya kaum Muslimin tidak ikut-ikutan dalam merayakannya. "Berikut ini adalah dalil-dalil yang digunakan Ulama dalam mengharamkan perayaan Tahun Baru Masehi."

Firman Allah SWT dalam Surah Al Furqan ayat 72

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

Artinya
“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu,dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.”

Dalam ayat tersebut terdapat kata ‘Alzuur’ (perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah). "Imam Ibnu Katsir menuliskan di dalam tafirnya bahwa yang dimaksud dengan ‘Al zuur’ adalah perayaan-perayaan orang kafir. Jelas dalam ayat ini Allah melarang kaum muslimin untuk menghadiri perayaan kaum musyrikin.

Hadist Nabi yang terdapat pada kitab Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda

“إن لكل قوم عيداً وإن عيدنا هذا اليوم – ليوم الأضحى”

Sesungguhnya bagi setiap kaum (agama) ada perayaannya dan hari ini (Idul adha) adalah perayaan kita. "Ibnu Hajar Al Asqalani" ,,menjelaskan dalam "Fathul Bari" makna hadist tersebut dilarang melahirkan rasa gembira pada perayaan kaum musyrikin dan meniru mereka (dalam perayaan).

Hadist Nabi yang terdapat pada kitab sunan Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda;

*“من تشبه بقوم فهو منهم”*

Artinya
“Siapa saja yang Tasyabbuh (meniru) suatu kaum, Maka ia termasuk golongan mereka.”

Walhasil, Islam memandang bahwa toleransi memiliki dasar dan batasan tertentu. Umat Muslim hanya cukup menghargai, tanpa harus mengucapkan atau pun ikut meramaikannya dengan mengunakan atribut-atribut tertentu.

Aturan tersebut sudah dijelaskan dalam surat Al-Kafirun."Umat Muslim tidak usah serta merta mengikuti perayaan hari raya agama lain, termasuk perayaan Tahun Baru Masehi." Toleransi antar umat beragama bukan berarti menggunakan atribut agama lain, melainkan tidak memaksakan umat lain untuk mengikuti ajaran mereka dan atribut ibadah serta perayaan mereka.Dengan demikian, Seharusnya, umat tetap fokus pada tujuann hidup ini. Semoga Allah SWT selalu memberikan Petunjuk kepada kita semua, sehingga Langkah kehidupan kita selalu berada dalam Ridlo-Nya.

Amiin yaa robbal alamiin.
Wallahu a'lamu bisshowab

Merawat Potret " Bodo Kupat" dalam tradisi Jepara

Merawat Potret " Bodo Kupat" dalam tradisi Jepara Hari Kamis besok tepat tanggal 8 Syawwal 1442 H. Dalam tradisi masyarakat muslim...